Kemudian ia mengatakan, jika PAN telah melewati momentum untuk memperbaiki diri lebih bijaksana dalam berorganisasi dan bersikap.
"Kecenderungan melakukan konformitas terhadap kekuasaan, sekalipun didahului dengan kritik-kritik bukan sikap yang adil di saat banyak kader dan simpatisan menaruh harapan menjadi antitesis dari pemegang kekuasaan," kata Hanafi.
Alasan tersebut membuat Hanafi memutuskan untuk mengundur diri sebagai pengurus dan anggota DPR partai yang didirikan sang ayah.
“Hanya ridha Allah yang saya tuju. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan saya. Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan saya dan kita semua,” tutupnya.