Tenaga Medis Sudah 1,5 Bulan Tak Pulang, Wahai Masyarakat Tolong Jaga Kesehatan

Amir Sarifudin , Jurnalis
Rabu 13 Mei 2020 13:56 WIB
1.600 tenaga medis di Balikpapan sudah 1,5 bulan tidak pulang (Foto : Okezone.com/Amir)
Share :

Bahkan dia mengusulkan agar setelah pandemi ini selesai bisa digelar reuni besar bagi tenaga medis dan seluruh pasien yang sembuh dari covid.

“Nanti ini selesai kita bisa reuni besar ya. Terima kasih kepada tim dokter, tim perawat, juga masyarakat yang tetap peduli dan teman-teman media yang bantu kami menginformasikan kerja kita semua,” katanya.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebutkan rata-rata tenaga medis yang bertugas menangani pasien covid-19 di rumah sakit Kanudjoso Djatiwibowo sudah 1,5 bulan tidak pulang lagi ke rumah.

Para tenaga medis tersebut harus menahan rindu tidak bertemu anak istri maupun suami, bahkan orangtua karena mereka di isolasi. Mereka juga khawatir jika pulang ke rumah akan menularkan kepada orang-orang yang mereka cintai.

“Jangan mengira dokter dan perawat itu dalam keadaan tenang mereka juga dalam keadaan yang was-was mereka tidak pulang karena bisa tularkan ke anak istrinya,” katanya.

“Rata-rata di Kanudjoso yang menangani pasien itu sudah 1,5 bulan tidak pulang. Jadi mereka juga di isolasi juga di rumah sakit, 1,5 bulan tidak pulang,”sambungnya.

Pengalaman tidak mengenakan tentu dialami pasien covid yang sembuh terutama kekhawatiran tidak sembuh karena virus ini belum ada vaksinya. Hj Hartini (47) klaster Jepang ini terpapar virus Coron bersama suaminya yang akhirnya menulari anaknya yang sehingga harus berkumpul bertiga selama 49 hari.

Dia menjalani proses penyembuhan dengan sabar, mengurangi menonton tv yang berkaitan dengan covid. Untuk mengusir kebosanan karena menunggu hasil swab, ibu satu anak ini mengaku banyak mengisi mengaji, berkunjung/bersilaturahmi ke sesame pasien lainya untuk saling menguatkan.

“Kalau bapaknya hatam dua kali, saya satu kali lebih selama dirawat. Itu aja menghilangkan kebosanan di rumah sakit,” tuturnya yang juga memiliki comorbid lambung.

Dia menilai tim medis yang memberikan perawatan diakui dijalani dengan baik dan sabar oleh tim dokter dan perawatan. “Alhamdulillah baik-baik semua saat merawat kita mereka sabar dan baik,” ujar warga Graha Indah Balikpapan Utara ini, saat diperkenalkan tim gugus belum lama ini.

Cerita pengalaman pasien sembuh juga diungkap oleh Hendri Lie pasing tertua usai 75 tahun warga Kelurahan Gunung Samarinda Utara ini. Dia bersyukur, karena rata-rata seusianya, berakhir dengan kematian. Namun justru masih diberi kesempatan untuk hidup.

“Mungkin yang bertanya saya umur 75 tahun, paling tua biasanya mati, untung saja belum masuk daftar (meninggal),” tandasnya disambut tawa saat diperkenalkan pemerintah kota belum lama.

“Tuhan yang menentukan kita dipanggil atau tidak, menurut Iman saya. Kita tidak perlu takut covid-19 tapi kita harus waspada, saya punya prinsip demikian. Dokter dan obat itu cuma sarana tuhan, menurut saya,“ tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya