Baca juga: Berperang Melawan Corona, PHK dan Kemiskinan
“Jadi yang sekarang itu untuk 1 orang bisa masuk (akses website prakerja.go.id) harus butuh waktu 2 -3 hari. Karena ada upload foto KTP dan selfie pegang KTP itu yang paling sulit. Di situ ada ketentuan ukuran maksimal foto 2 MB. Orang awam tahunya ya asal foto aja, enggak memperhatikan ukuran maka diulang beberapa kali pun akan gagal upload,” lanjut dia.
Menurutnya, dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, pekerja lebih membutuhkan bantuan berupa uang tunai. Terlebih mereka semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah menguras tabungan untuk biaya hidup.
“Dalam kondisi darurat bencana kemanusiaan yang bersifat nasional, tampaknya pekerja terdampak lebih membutuhkan bantuan yang bersifat lansung baik sembako atau bantuan tunai, supaya bisa membantu untuk bertahan hidup daripada pelatihan online yang rumit dan tidak aplikatif,” ungkap dia.
“Belum lagi soal skema pelatihan yang kurang pas di kondisi sekarang. Di mana program Kartu Prakerja dengan skema lama jauh sebelum ada Covid-19 diterapkan di situasi darurat bencana sekarang ini. Dan yang selesai pelatihan belum tentu bisa diimplementasikan sebagaimana tujuan dari program,” terusnya.
Pria asal Demak Jawa Tengah ini juga menyampaikan website untuk mendapatkan Kartu Prakerja juga masih belum dilengkapi menu memadai. Ketika gagal mendaftar dan terdapat notifikasi untuk mengikuti pada gelombang berikutnya, namun jadwalnya tak tertera di website.