KOBAR - Usai terpergok warga mencuri burung kenari di dalam kandang, seorang pencuri justru meninggalkan sepeda motornya di depan rumah korban di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.
Korban bernama Treki Muslim yang merupakan warga Desa Sungai Kapitan, RT 01, Kecamatan Kumai berujar, peristiwa pencurian ini terjadi pada Minggu (17/5/2020) dini hari sekira pukul 01.30 WIB.
“Saat pelaku mau kabur, turun dari pagar tembok rumah saya, tetangga depan melihat dan pelaku langsung ambil langkah seribu lari meninggalkan motornya yang diletakkan di depan rumah,” ujarnya.
Selanjutnya, sang tetangga membangunkan korban. “Setelah saya keluar rumah dan membuka pagar. Honda Scoopy merah berplat nomor KH 3526 WK beserta kuncinya yang masih menempel. Dan setelah saya cek apa yang sebenarnya terjadi, ternyata burung kenari saya sudah hilang di dalam kandang," paparnya.
Ia pun sempat mengobrol dengan para tetangga dan mencoba mengenali pelaku dari motornya.
“Tak berapa lama selang 15 menit, ada orang yang mengaku ketinggalan motor di depan rumah saya. Dia mau ambil motor itu, tapi saya larang dan orang itu pergi. Saat itu hujan deras dan saya tidak berpikir itu pelaku yang mencuri burung saya," paparnya.
Korban lantas menghubungi Polsek Kumai untuk memberitahukan bahwa satu unit motor ditinggal pelaku pencurian di depan rumahnya. “Pak polisi datang dan saya menceritakan peristiwa pencurian burung saya," kata dia.
Setelah diselidiki dari identitas motor, ternyata pelaku juga warga Kecamatan Kumai. Sang pemilik motor pagi tadi sudah mendatangi ke rumah korban untuk meminta maaf sekaligus mengganti kerugian kehilangan.
"Ternyata motor yang dipakai mencuri juga bukan milik pelaku. Itu motor temannya yang dipinjam untuk beraksi. Motor langsung saya serahkan ke pemiliknya. Namun untuk pelaku justru sekarang menghilang entah ke mana," tuturnya.
Kasus ini masih ditangani intensif Polsek Kumai. “Tadi saya sudah berdamai dengan bapaknya. Masalah sudah selesai. Ortunya sudah minta maaf dan sudah mau mengganti kerugian saya, harga burung juga tidak mahal cuma Rp500 ribu,” tukasnya.
(Rizka Diputra)