SERANG - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, ada tiga jamaah tabligh akbar di Pandeglang terkonfirmasi positif corona.
Ketiganya dinyatakan positif setelah hasil Swab dari laboratorium BBTKL didapatkan tiga orang dinyatakan positif covid-19. Sebelumnya, ketiganya hasil repid tes reaktif.
"Ketiganya menghadiri tablig Akbar di Pandeglang dengan lima orang Imam dari Bangladesh. Tanggal 14 April kelima WNA dari Bangladesh dilakukan Rapid tes, hasilnya 2 orang reaktif dan 3 orang non reaktif," ujar Ati saat dikonfirmasi wartawan. Rabu (27/5/2020).
Sebelumnya, pada tanggal 20 Mei 2020 tim gugus tugas melakukan pemeriksaan rapid test yang ketiga kalinya karena menunggu hasil swab belum keluar. Dan hasilnya, empat orang reaktif dan 16 orang non reaktif.
"14 orang yang non reaktif di pulangkan dan dibuatkan surat keterangan rapid tes negatif. Sedangkan yang empat orang di sarankan tetap di ponpes tetap dilanjutkan isolasi mandiri sambil menunggu swab," ujar Ati.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten itu mengatakan, Ketiga pasien tersebut saat ini menjalani isolasi mandiri karena tidak menunjukan gejala sakit.
Ketiganya, berjenis kelamin laki-laki, umur 55 tahun, 42 tahun dan 40 tahun asal dari kab Lebak, Kab Serang, dan Kota Serang.
"Dinkes kabupaten kota sedang melakukan tracking pada kasus tersebut untuk memutuskan penularan," jelasnya.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lebak, Firman Rahmatullah membenarkan adanya satu warga berinisal S (42) dari Kecamatan Warung Gunung, Lebak terkonfirmasi positif.
Pasien tersebut mempunyai riwayat mengikuti tabligh akbar di salah satu Ponpes di Majasari, Pandeglang.
"Memang benar berdasarkan KTP yang bersangkutan warga Warung Gunung, Namun, sudah enam bulan menetap di Pandeglang," ujarnya.
(Awaludin)