KPAI menyarankan karena situasi kurvanya masih terus meningkat diperlukan kehatihatian untuk membuka sekolah bagi anak-anak.
"Kita harus belajar dari kasus negara lain yang membuka perlahan lockdown-nya, misalnya Perancis dan Inggris itu kan muncul kasus-kasus terbaru walaupun mereka itu sudah melakukan protokol kesehatan yang sangat ketat, misalnya soal social distancing, pakai masker, cuci tangan pakai sabun tapi tetap aja muncul kasus itu. Ini kan harus hati-hati membuka sekolah di Indonesia," tegasnya.
Jasra menilai bahwa anak-anak sangat rentan terpapar, oleh karena itu keputusan meliburkan sekolah merupakan langkah kebijakan yang tepat untuk memutus rantai penyebaran virus corona. "Jika tetap dilakukan ini kan bisa memunculkan klaster baru," tutupnya.
(Arief Setyadi )