JAKARTA - Sekretaris Fraksi DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani menilai wilayah Ibu Kota belum pantas menerapkan sistem New Normal, di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Pasalnya, dalam dua minggu terakhir, Pemprov DKI belum melakukan tes Covid-19 secara massal.
"Jangan buru-buru, DKI belum lakukan tes Covid-19 secara massal dalam dua minggu terakhir. Ini bahaya, bisa jadi bom waktu," kata Yani dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2020).
Baca juga: Disdik DKI Sebut Pembukaan Sekolah di Jakarta Disesuaikan Kondisi Perkembangan Covid-19
Ia menjelaskan, alasan pihaknya menolak new normal tak diterapkan di Jakarta karena tingkat kedisiplinan masyarakat saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saja masih ternilai amat rendah, walaupun telah dilakukan sosialisasi secara masif. Sedangkan, sosialisasi terkait normal baru masih sangat kurang.
"Pertama, masyarakat belum disiplin dalam mematuhi aturan PSBB padahal sosialisasinya sudah sangat masif, apalagi ini (normal baru) yang masih belum jelas. Pemerintah harus hati-hati dalam membuat kebijakan," katanya.
Baca juga: Disdik DKI: Pembukaan Sekolah Dilakukan Bila Jakarta Dinyatakan Aman dari Covid-19