Masih Pandemi, Bupati Purwakarta Tak Setuju Sekolah Diberlakukan New Normal

Mulyana, Jurnalis
Kamis 28 Mei 2020 14:44 WIB
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (Foto: Okezone)
Share :

PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, tak setuju jika sekolah diberlakukan new normal mulai 1 Juni mendatang.

Alasannya, karena hingga saat ini pandemi Covid-19, khususnya di wilayah ini masih belum berakhir. Jadi, jika sekolah dinormalkan seperti sebelum ada corona, khawatir bisa menimbulkan kluster baru.

"Kalau untuk sekolah, sebaiknya ditunda dulu. Tidak setuju, jika nanti new normal diterapkan bagi sekolah. Takut ada anak-anak, terutama sekolah dasar yang terpapar corona," ujar Anne, kepada Okezone, Kamis (28/5).

Karena itu, khusus untuk sektor pendidikan, sepertinya di Purwakarta tidak akan dulu menerapkan new normal pada Juni mendatang. Apalagi, hingga hari ini, masih ada 16 warga yang statusnya pasien positif corona di wilayah ini.

Karena itu, Purwakarta belum bebas dari pandemi Covid-19. Dengan kondisi ini, pihaknya menginginkan jika sektor sekolah tidak dulu menerapkan kebijakan kenormalan baru. Sebab, bila dipaksakan, khawatir akan menimbulkan kluster baru.

Baca Juga: Siap Terapkan New Normal 7 Juni, Pemkab Purwakarta Tunggu Petunjuk Teknis

"Kalaupun sangat-sangat dipaksakan, sebaiknya yang new normal duluan adalah pelajar SMP dan SMA. Itupun, polanya tetap harus menjaga jarak. Satu kursi dan meja, satu pelajar," ujarnya.

Tetapi, hingga saat ini belum ada juklak dan juknis mengenai sistem pembelajaran menghadapi new normal ini. Pihaknya, masih menunggu aturan dari pusat maupun provinsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, mengakui, sampai saat ini belum turun aturan dari Kemendikbud dan Gugus Tugas Covid-19 mengenai new normal untuk sekolah.

Karenanya, kegiatan belajar dan mengajar di Purwakarta, untuk Juni mendatang sepertinya masih menerapkan pola lama. Yakni, belajar di rumah.

"Masih menunggu aturannya," ujar Purwanto.

Kalaupun di Juni nanti, sekolah menerapkan new normal, sepertinya akan ada pola baru. Yakni, kegiatan belajarnya diberlakukan bergilir. Misalkan, dalam satu kelas jumlah siswanya ada 40, tetapi jumlah mejanyanya hanya 20, berarti ada giliran belajar di sekolah.

20 siswa pertama, akan sekolah di hari Senin. Sisanya, 20 siswa lagi belajar di rumah secara online. Begitu seterusnya, diterapkan secara bergilir. Alasannya, pelajar akan tetap diberlakukan social distancing. Satu bangku, satu pelajar. Hal itu, sesuai dengan standar protokol Covid-19 dan guna memutus mata rantai penyebaran corona.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya