Sekolah Akan Dibuka, Wali Murid: Kesehatan Anak-Anak Lebih Berharga Daripada Nilai Rapor

Era Neizma Wedya, Jurnalis
Kamis 28 Mei 2020 10:32 WIB
(Foto: Era Neizma Wedya/Okezone)
Share :

LUBUKLINGGAU - Terkait rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau akan mulai menerapkan new normal seperti halnya dilakukan pemerintah pusat, dengan membuka tempat ibadah dan sekolah per 1 Juni mendatang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat terutama ibu-ibu yang belum mau mengizinkan anak-anaknya masuk sekolah.

Menurut Retty salah satu wali murid di Kota Lubuklinggau mengatakan bahwa ia sangat tidak setuju anak-anak sudah akan masuk sekolah per 1 Juni nanti, terutama di tingkat sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) karena seusia mereka belum mengerti tentang protokol Covid-19. Apalagi sekarang ini Kota Lubuklinggau sudah menjadi daerah pandemi.

Untuk sementara ini biarkan anak-anak sekolah dari rumah melalui online, agar memutuskan mata rantai Covid-19.

“Saya dan bapaknya anak-anak sudah sepakat untuk tidak mengizinkan anak-anak sekolah sampai wabah Covid-19 benar-benar nihil, karena bagi saya kesehatan anak-anak lebih berharga daripada nilai rapor,” ungkap Retty yang anaknya bersekolah di SD Alam Insan Mulia.

Ditambahkan Retty, ia tetap berharap semoga Pemerintah Kota Lubuklinggau membatalkan kebijakan untuk masuk sekolah per 1 Juni nanti.

Hal senada juga disampaikan oleh Nekno Ani, ia tetap tidak menyetujui sekolah akan dibuka per 1 Juni ini. Oleh karenanya, ia baru akan menyuruh cucunya untuk masuk sekolah tahun ajaran baru nanti.

Selain itu di media sosial (medsos) beredar angket dan petisi yang menyatakan sekolah sebaiknya belum dibuka hingga penyebaran Covid-19 benar-benar pulih. Rata-rata diisi oleh ibu-ibu yang belum mengizinkan anaknya untuk masuk sekolah.

Sedangkan salah satu Kepala SMP Negeri 1 di Kota Lubuklinggau, Yani Jinawar mengatakan, bahwa terkait dengan new normal, apabila sekolah akan mulai dibuka maka langkah yang diambil oleh pihak sekolah adalah dengan menyiapkan alat termogun di berapa titik. Jadi setiap anak yang akan masuk ke lingkungan sekolah di cek suhu tubuhnya.

Kemudian anak-anak diharuskan memakai masker sejak mulai dari rumah dan tidak boleh di lepas selama mengikuti pelajaran.

“Kita imbau dengan orangtua murid untuk mengingatkan anaknya agar memakai masker sejak dari rumah,” ujarnya.

Sedangkan untuk pola belajar mengajar setiap kelas anak-anak akan belajar sesuai dengan protokol kesehatan, tetap menjaga jarak, selalu mencuci tangan sebelum masuk dan setelah usai belajar.

“Kita akan menyiapkan tempat cuci tangan disetiap kelas, dan di dalam kelas anak-anak tidak boleh melepas masker selama mengikut pelajaran,” ujaranya.

Diketahui bahwa sebelumny Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menyampaikan, setelah selesai telaah, Kamis (28/5/2020) besok pihaknya akan melakukan rapat lintas sektoral membahas teknis pelaksanaan new normal.

"Setelah rapat dengan semua pihak nanti Sabtu dan Minggu, hasilnya akan kita sosialisasikan inshaa Allah Senin pola kehidupan baru akan dimulai," kata Nanan pada wartawan, Rabu (27/5/2020).

Ia menyebutkan, artinya mulai Senin mendatang masjid-masjid di Kota Lubuklinggau akan mulai dibuka kembali untuk melaksanakan ibadah berjamaah.

"Namun tetap harus menggunakan protokol kesehatan. Nanti dimasjid itu ada tempat cuci tangan, masing-masing harus pegang hand sanitizer, semua orang pakai masker, dan masjid juga menyiapkan thermo gun," ungkapnya.

Lalu sekolah-sekolah di Kota Lubuklinggau juga akan dibuka kembali, untuk anak-anak sekolah akan diatur ketentuanya mulai dari harus pakai masker, sekolah menyediakan tempat cuci tangan dan tempat duduk harus berjarak.

"Akan tetapi untuk sekolah ini kita masih menunggu instruksi dari pusat dan koordinasi dengan Disdik, teknisnya seperti apa kita tunggu saja," ujarnya.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya