SIDOARJO - Setelah sempat menjalani proses perawatan medis di Rumah Sakit Rujukan di Sidoarjo, 9 dari 21 Warga Desa Waru RW 12 Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo yang positif Covid-19 akhirnya dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19. Mereka adalah warga Desa Waru yang dinyatakan sebagai klaster baru penyebaran Covid-19 di Sidoarjo.
Ucap syukur dan rasa bahagia langsung diungkapkan Yasminah dan Wagianto, dua dari 9 warga yg sembuh dan negatif Covid-19 saat ditemui sejumlah awak media di Posko Kampung Tangguh Desa Waru-Sidoarjo. Didampingi Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Sidoarjo, Kombes Sumardji, perangkat desa, dan sejumlah relawan, Yasminah dan Wagianto menceritakan bagaimana perjuangannya melawan virus Covid-19 di rumah sakit hingga dinyatakan Sembuh.
Di depan awak media, Yasminah dan Wagianto mengatakan, selain hasil kerja keras tim medis dalam melakukan perawatan medis di rumah sakit, kesembuhan dirinya juga berkat dukungan warga desanya yang menjadi relawan Kampung Tangguh bersama anggota TNI/Polri.
Dengan keberadaan tim Kampung Tangguh yang dibentuk di desanya setelah ditetapkan sebagai klaster baru penyebaran Covid di Sidoarjo, kedua warga itu mengaku lebih tenang meninggalkan keluarganya di rumah untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Seluruh kebutuhan keluarganya selama ditinggal di rumahsakit, ditanggung bersama oleh tim relawan Kampung Tangguh, mulai dari makanan jadi, bahan pangan, hingga dorongan moral untuk keluarganya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur karena dinyatakan sembuh. Terimakasih untuk seluruh relawan dan anggota TNI/Polri yang telah membantu dan memberi bantuan pangan hingga moril kepada keluarga saya melalui program Kampung Tangguh,” ungkap Yasminah, salah satu warga sembuh Covid 19.
Sementara itu, Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo, Kombes Sumardji menegaskan, dengan keberadaan Kampung Tangguh yang tersebar disejumlah Desa, khususnya desa yang masuk Zona Merah di Sidoarjo, masyarakat khususnya pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak perlu khawatir dengan keberadaan keluarganya di rumah.
Anggota Tim Kampung Tangguh yang terdiri dari relawan warga setempat dibantu TNI/Polri akan membantu dalam mengawasi dan memantau keluarga pasien dirumah, serta akan membantu memberikan kebutuhan pangan dan dukungan semangat moral kepada anggota keluarga yang ditinggal opname di rumah sakit.