"Kita bisa bangun gedung kembali. Tapi kita tidak bisa kembalikan pria ini ke keluarganya," kata Ruhel, yang adalah imigran asal Bangladesh, menurut Buzzfeed.
Tidak sedikit orang-orang yang mengkritik penjarahan dan kerusuhan yang terjadi, dan menyebutnya sebagai 'mengubah pesan protes' dan 'alasan untuk melakukan aksi kriminal.'
Ada juga yang mengatakan kerusuhan 'alat revolusi' dan jadi 'cara efektif setelah berdemo dan berlutut (tanda protes yang diperkenalkan atlet Colin Kaepernick)' tidak membuahkan hasil.
(Rachmat Fahzry)