Dampak Kerusuhan di AS, Kedai Kopi Milik WNI Rusak

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 02 Juni 2020 09:12 WIB
Petugas menanyai pemilik kedai kopi milik WNI di Washington. (Foto/Instagram Dua Coffee DC)
Share :

WASHINGTON - Satu toko milik warga negara Indonesia di Washington DC, Amerika Serikat, mengalami kerusakan sebagai dampak dari demonstrasi yang diwarnai kerusuhan menyusul kematian seorang warga kulit hitam, George Floyd, di tangan polisi.

Sebuah kedai kopi miliki WNI di Washington DC rusak akibat kerusuhan. Padahal, kata pemilik kedai kopi, Vivit Kavi, tokonya baru buka pertama kali setelah tutup hampir dua bulan akibat virus corona.

"Itu terjadi di malam kami baru buka pertama kalinya pada 30 Mei lalu setelah tutup sejak 17 Maret lalu," kata Vivit.

Vivit menjelaskan saat buka, ia merasa senang dan banyak pengunjung datang membeli kopi dari tokonya.

"Pengujung datang dari jam 9 sampai 2 siang. Di antara itu protes ada tapi aman. Lalu kami tutup jam 4 sore. Lalu menjelang malam, pendemo tidak terkontrol.

"Dari protes damai menjadi rusuh. Sekitar jam 12 malam mulai terjadi pengerusakan dan pembakaran. Toko kami rusak kacanya," kata Vivit.

Lihat postingan ini di Instagram

Thank God, we are OK 🙏🏼 Due to last night’s chaos in the nation’s capital, this morning we learned that our storefront glass was damaged. Thankfully no one was hurt. This unfortunate event forced us to close our store until the matter is fully resolved and it is safe for us to reopen. From the bottom of our hearts, thank you for those who have reached out to us. Your kind attention is truly appreciated. It’s the force that keeps us going, no matter the storm. Take care and stay safe everyone ♥️

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dua Coffee DC (@duacoffeedc) pada

Vivit menambahkan kedai kopinya memiliki dua lapis kaca, lapisan terluar pecah, namun lapis dalam aman.

"Untung kaca dalam masih aman, dan tidak ada orang masuk yang menjarah," katanya.

Ia pun mengungkapkan belum tahu kapan akan kembali lagi buka karena berdasarkan keterangan polisi ada kemungkinan kembali muncul aksi demonstrasi.

"Kita akan memantau hari demi hari. Tapi harapan kita akhir pekan ini sudah buka.

"Rasanya itu, dari senang banget karena sudah mulai buka tiba-tiba kejadian seperti ini, seperti diangkat-angkat terus dijatuhkan ke jurang, sama kayak naik kereta luncur," ungkapnya.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya