"Selama ini keluhan para pemilik usaha semacam restoran dan makanan siap saji seperti itu ya, pendapatannya jauh berkurang. Dengan pelonggaran ini, artinya perlahan kondisi itu mulai normal kembali," ucap Chief Operasional Pamulang Square, Eru Cipta, dikonfirmasi terpisah.
Dijelaskan Eru, kawasan Pamulang Square sebelumnya memiliki sekira 400-an tenant dari berbagai jenis usaha. Dari penjual pakaian, makanan, restoran, counter handphone, hingga toko swalayan. Namun kini, sekira 25 persennya memutuskan hengkang tak memerpanjang sewa tempat.
"Ada 100-an tenant atau 25 persen yang akhirnya tak perpanjang sewa. Karena itu tadi, mereka pendapatan berkurang drastis. Kami selaku pengelola kawasan usaha seperti ini berharap, pemerintah memerluas pelonggaran itu. Jadi tak hanya bagi restoran dan cafe," tuturnya.
Menurut Eru, sejumlah keringanan telah diberikan kepada pedagang penyewa tenant di kawasan Pamulang Square. Di antaranya adalah diskon biaya sewa antara 25 persen hingga 40 persen dari rata-rata sebesar Rp3 jutaan per bulan. Upaya itu dikatakannya akan efektif, jika dibarengi pula dengan kebijakan pemerintah memberikan pelonggaran.
(Qur'anul Hidayat)