BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut empat pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor yang dinyatakan positif covid-19 masuk ke dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).
"Kan ini semua OTG tapi postitf pertama gini kita melakukan swab dan rapid test untuk pegawai yang PDP ODP. Dari sana kemudian ada yang reaktif setelah reaktif di swab, itu kan proses, kecuali orang masuk ke rumah sakit dia jelas jelas sakit ada gejala," kata Dedie, dikonfirmasi, Rabu (10/6/2020).
Dedie menambahkan, awalnya keempat pegawai itu mengikuti rapid test setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 H dengan hasil reaktif dan dilanjutkan swab test.
Baca Juga: 4 Pegawai Pemkot Bogor Dilaporkan Positif Covid-19
"Tanggl 26 Mei (rapid test) kemudian diambil lagi ODP keluarganya. Yang kita bicarakan yang BKPSDM kan, setelah melalui rapid beberapa waktu lebaran kemudian ditindaklanjuti swab jadi ada beberapa tahap sebelum tanggal 8 Juni keluar positif covid-19. Kemudian ada lagi swab tanggal 8 itu," bebernya.
Kemungkinan, pegawai tersebut terpapar covid-19 dari rentetan klaster Dinas Kesehatan Kota Bogor yang jumlahnya mencapai 8 orang positif covid-19.
"Kan ada beberapa klaster di Kota Bogor. Kemarin ada Dinas Kesehatan kan udah lama itu, ada 8 orang termasuk almarhum dokter Budi yang meninggal. Klaster dinkes itu bermula dari training pengadaan barang dan jasa (PBJ). Jadi ada keterkaitan PBJ dengan kelompok di Dinkes dan DPRD. Di sana DPRD ada 2 orang dan sekarang BKPSDM," tutup Dedie.
Sebelumnya, empat pegawai di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor yang dilaporkan positif covid-19. Dari jumlah tersebut, tiga orang merupakan warga Kota Bogor dan satu orang warga Kabupaten Bogor.
(Khafid Mardiyansyah)