JAKARTA – Para sekjen parpol yang tergabung di Forum Sekjen Pro Demokrasi kembali melaksanakan pertemuan via video conference. Dalam pertemuan tersebut hadir pula pakar tata negara Yusril Ihza Mahendra.
“Saya paham benar tentang parliamentary threshold (PT) karena saya adalah bagian dari pelaku sejarah sejak 1998,” kata Yusril membuka pembicaraan.
Dia menegaskan, hal yang paling utama dan menjadi semangat nasional seharusnya adalah asas kedaulatan rakyat.
“Bagaimana agar tidak ada lagi suara sah pemilih yang hangus karena PT. Inilah mengapa disampaikan opsi koalisi parpol sebelum pemilu,” katanya.
Musyawarah yang dihadiri Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso; Sekjen Partai Bulan Bintang, Alfriansyah Ferry Noor; Sekjen Garuda, Abdullah Mansuri; Sekjen Hanura, Gede Pasek Suardika; Ketua Biro Hukum PSI, Rian Ernest yang mewakili Sekjen; dan Sekjen PKPI, Verry Surya Hendrawan, ini menyambut baik usulan Yusril.
Baca Juga : Puluhan Juta Suara Pemilih Hangus Bila RUU Pemilu Nekat Diketok DPR
“Kami sepakat untuk menjadikan opsi dari Prof Yusril ini menjadi salah satu pokok perjuangan bersama. Tentu saja kerja-kerja politik, penggalangan dukungan dari berbagai elemen bangsa akan terus dilaksanakan oleh seluruh infrastruktur dari gabungan 7 Parpol Pro Demokrasi di seluruh pelosok Negeri,” ucap Priyo Budi Santoso.
“Kami berjuang untuk menyelamatkan demokrasi di Indonesia dari upaya cengkeraman para oligarki kekuasaaan,” tuturnya yang diamini 6 sekjen parpol lainnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)