"Di bulan Juni ada 463 kasus. 11 kasus di antaranya meninggal," ujar Nanang.
Lebih lanjut ia menerangkan, untuk wilayah tertinggi penderita DBD di Kabupaten Cirebon terdapat di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Plumbon, Kecamatan Greged, Kecamatan Lemahabang, Kecamatan Plered, dan Kecamatan Babakan.
"Kemudian kalau kita lihat dari Kecamatan. Kecamatan tertinggi ada lima. Plumbon, Greged, Lemahabang, Plered, dan Babakan. Di mana di Plumbon ada 45 kasus, Kecamatan Greged 39 kasus, Kecamatan Lemahabang 30 kasus, dan Kecamatan Babakan 26 kasus, Kecamatan Plered 28 kasus," katanya.
Ia memastikan upaya penanggulangan dan pencegahan DBD di Kabupaten Cirebon terus dilakukan. Nanang mengimbau agar masyarakat tetap wasapada dengan penyakit DBD di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Sehingga jumlah penderita DBD di Kabupaten Cirebon tidak bertambah.
(Khafid Mardiyansyah)