Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tasikmalaya, terjadi sejumlah kejadian bencana pada Jumat itu. Selain jembatan putus di Kecamatan Cikatomas, terdapat pula bencana tanah longsor di Kecamatan Cigalontang, Gunungtanjung, Cibalong, Sukaraja, Puspahiang, dan Parungponteng. Sementara itu, di Kecamatan Karangnunggal dan Sukaresik terjadi banjir.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin mengatakan, jembatan dengan panjang sekira 38 meter, dan lebar 4 meter itu terputus akibat banjir bandang yang terjadi di Sungai Cimedang pada hari Jumat sekira pukul 02.00 WIB. Banjir bandang itu disebabkan sungai tidak mampu menahan debit aliran air akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis sore (18/6). Dan tidak ada korban dalam kejadian ini.
Terkait bencana alam yang terjadi, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengatakan, wilayahnya memang merupakan daerah rawan bencana nomor dua di Jawa Barat, terutama bencana tanah longsor. Menurut dia, bencana itu merupakan kejadian yang tidak bisa diprediksi.
"Kita minta wilayah yang longsor, desa menyiapkan BTT (biaya tak terduga). Kita sebenarnya sudah siapkan anggaran Rp 14 miliar, tapi itu kan dipakai untuk Covid-19," kata dia.
(Awaludin)