Masyarakat Diharapkan Waspadai Ancaman Demam Berdarah di Masa Pandemi Covid-19

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Senin 22 Juni 2020 18:26 WIB
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi. (BNPB)
Share :

JAKARTA – Di masa pandemi virus corona (Covid-19), masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap ancaman penyakit lain, seperti demam berdarah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ditemukan lebih dari 65 ribu kasus demam berdarah di seluruh Indonesia.

Angka kematian penyakit demam berdarah termasuk tinggi yakni hampir 400 jiwa. Ini menjadi tantangan di tengah pandemi COVID-19, khususnya terhadap masyarakat di wilayah-wilayah endemi malaria. Kemenkes mencatat tahun ini kasus demam berdarah antara 100-500 kasus per hari.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan masyarakat perlu waspada dengan ancaman penyakit yang disebabkan nyamuk ini, terutama di daerah dengan angka kasus Covid-19 yang tinggi, seperti di Provinsi Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

Menurutnya, demam berdarah adalah suatu penyakit yang sampai sekarang juga belum ada obatnya.

“Vaksinnya belum terlalu efektif dan salah satu upaya untuk mencegahnya adalah kita menghindari gigitan nyamuk dan sama-sama virus ini,” ucap Siti pada dialog pagi di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, pada Senin (22/6/2020).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya