Di masa pandemi corona dan ancaman penyakit demam berdarah, Siti menyampaikan tiga tantangan yang dihadapi masyarakat. Pertama, kegiatan jumantik atau juru pemantau jentik menjadi tidak optimal karena saat ini menuntut adanya physical distancing. Kedua, sudut-sudut bagian bangunan seperti musala, tempat ibadah, dan bangunan lain yang ditinggalkan karena kebijakan kerja dan belajar dari rumah.
“Ketiga tentunya karena masyarakat banyak berada di rumah, sehingga penting, kita melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) itu di rumah,” tutur Siti.
Lebih lanjut ia berharap, saat beradaptasi kebiasaan baru seperti sekarang ini, masyarakat dapat memanfaatkan untuk memberantas sarang nyamuk. Hal tersebut dapat dilakukan di sekolah, rumah ibadah, dan hotel terutama.
Dokter Siti menekankan, keluarga untuk berinisiatif dalam pemberantasan nyamuk sehingga demam berdarah dapat dicegah. Masyarakat dapat melakukan pencegahan utama melalui 3 M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang.