Selain teknologi, Jokowi juga ingin infrastruktur pengawasan di tingkat terbawah dimaksimalkan untuk mengantisipasi karhutla.
"Kita memiliki infrastruktur pengawasasn sampai tingkat bawah, gunakan Babinsa, Babinkamtibmas dan kepala desa gunakan, api kalau masih kecil kalau bisa kita selesaikan akan lebih efektif, efisien dari pada sudah membesar kita pontang panting," jelas dia.
Meskipun tengah berjibaku menangani pandemi corona, Jokowi mengingatkan jajarannya tidak melupakan kerja besar antisipasi karhutla.
Apalagi, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah daerah akan memasuki musim kemarau.
“Dari BMKG saya mendapat laporan bahwa 17% wilayah kita mengawali musim kemarau di bulan April, 17% di April dan 38% memasuki musim kemarau di bulan Mei, 27% masuk awal musim kemarau di bulan Juni, dan kemarau di sebagaian besar daerah zona ini akan terjadi di bulan Agustus,” pungkas Jokowi.
(Amril Amarullah (Okezone))