BOGOR - Kondisi moda transportasi angkot di Kota Bogor kian hari semakin memprihatinkan. Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Maret 2020 lantaran pandemi virus corona atau Covid-19, pendapatan para sopir angkot terus mengalami penurunan drastis.
Hal itu diungkapkan salah satu sopir angkot trayek 07, Junaedi, yang mengaku mengalami penurunan penumpang sekitar 50 persen sejak penerapan PSBB. Bahkan, dirinya sempat libur beberapa saat karena sepinya penumpang.
"Biasanya Rp200 ribu sampai Rp300 ribu sehari. Sekarang cuma Rp120 ribu, itu juga harus ngetem dulu sejam," kata Junaedi, Selasa (23/6/2020).
Sepinya penumpang juga diperparah dengan masa libur sekolah di Kota Bogor yang sangat panjang imbas dari pandemi covi-19. Menurutnya, keberadaan anak sekolah menjadi sumber utama sopir angkot.
"Pendapatan hilang banget saat anak-anak sekolah pada libur. Kalau cuma ngandelin nganter sayur ke pasar Anyar mah gak nutup. Ditambah PSBB cuma bawa penumpang setengahnya. Biasa sekali jalan Rp 20 ribu sekarang paling Rp 15 ribu," ungkap Junaedi.