Baca juga: RUU HIP Dinilai sebagai Bentuk Kemunduran
Ia menyampaikan bahwa Pancasila menurut Soekarno merupakan antitesa dari komunisme dan liberalisme, sebagaimana pidato Soekarno to bulid the world a new yang disampaikan pada sidang umum PBB ke XV.
"Apalagi bangsa ini juga mempunyai pengalaman kelam atas peristiwa kekejaman komunisme yang dilakukan berulang tidak hanya sekali saat pemberontakan G30S/PKI saja, banyak peristiwa kekejaman lainnya yang telah dilakukan PKI dalam sejarah Indonesia" tegas Surahman.
Baca juga: Bertemu Presiden, Mahfud MD: Purnawirawan TNI-Polri Tak Mau Pancasila Tercabik-Cabik
Ia pun menilai wajar munculnya reaksi keras dan meluas dari masyarakat atas RUU HIP yang tidak memuat TAP MPRS XXV/MPRS/1966 tentang Ajaran Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme sebagai konsideran.
Anggota komisi II itu menyoroti soal keinginan memeras Pancasila menjadi trisila dan ekasila yang membuka perdebatan lama. Sehingga, berpotensi menjerumuskan bangsa kedalam konflik berkepanjangan.