Warga Surabaya Masih Banyak Tak Pakai Masker, Alasannya Bikin Sesak Nafas

Syaiful Islam, Jurnalis
Sabtu 27 Juni 2020 00:06 WIB
Warga Jatim tak kenakan masker (Okezone/Syaiful)
Share :

"Kalau hanya ngopi di sini saya tidak pakai masker, dekat dengan rumah. Saya pakai masker ketika berangkat kerja, kan di jalan berdebu dan panas, serta melindungi dari virus juga," papar Rohman.

Hal senada juga diungkapkan Andre. Ia mengaku tidak pernah memakai masker jika hanya duduk di warkop. Di samping dekat dengan rumahnya, juga orang yang duduk di warkop tidak terlalu banyak. "Saya yakin aman. Di sini jarang yang pakai masker kalau ke warkop, tapi ada juga yang pakai masker," papar Andre.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya kasus Covid-19 di Jatim, yakni masyarakat kurang disiplin dalam menerapkan physical distancing dan tidak memakai masker. Selain itu, masyarakat juga melakukan silaturahmi secara massif, bukan virtual sebagaimana anjuran dari pemerintah.

"Kami ingin menyampaikan situasi kepatuhan masyarakat di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) pada posisi ini, kami menyampaikan tempat ibadah termasuk masjid, gereja dan pura itu masih ada 70 persen tidak menggunakan masker, 84 persen tidak physical distancing," terang Gubernur.

Begitu juga dengan pasar tradisional 92,8 persen buka, 84,1 persen mereka tidak memakai masker, dan 89 mereka tidak melaksanakan physical distancing. Kemudian di tempat cangkruan seperti warung-warung ada 88 persen tidak menggunakan masker, 89 persen tidak menerapkan physical distancing. Ini merupakan hasil survei dari Unair Surabaya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya