Beragam Cerita Polisi Sebar Bansos Corona, Susuri Hutan hingga Jalan Ratusan Kilometer

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Minggu 28 Juni 2020 07:55 WIB
Aksi Aiptu Agus jemput nenek lumpuh di tengah hutan (Ist)
Share :

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) turut serta dalam membagikan bantuan untuk warga yang terpapar imbas Covid-19. Namun, perjalanan polisi untuk membagikan bantuan ke masyarakat seringkali temui jalan terjal.

Berbagai cobaaan, semisal menyusuri hutan belantara hingga ratusan kilometer dilakukan demi memastikan jaring pengaman sosial itu tepat sasaran ke masyarakat.

Seperti yang dilakukan jajaran Polda Kalimantan Tengah (Kalteng). Menyusuri hutan belantara khas Kalimantan tanpa ada rasa takut. Tak jarang kendaraan yang membawa paket bantuan terperosok akibat sulitnya medan.

"Kita tidak melihat berapa jauh jarak yang kita tempun. Prinsipnya kita ingin memastikan bantuan pemerintah ini tepat sasaran pada mereka yang membutuhkan," ujar Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo belum lama ini.

Dedi mengaku memimpin langsung pembagian ribuan paket sembako tersebut. Dengan waktu yang dibutuhkan tiga hingga empat hari.

Selain sembako, Polda Kalteng juga memberikan alat pemadam kebakaran untuk warga agar dapat membantu aparat mencegah potensi terbakarnya hutan dan lahan.

"Kami juga memberikan edukasi dan sosialisasi secara persuasif kepada masyarakat mengenai pentingnya kedisiplinan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran virus itu," ungkap mantan Karo Penmas Divisi Humas Polri ini.

Operasi kemanusiaan juga dilakukan oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Seorang Bhabinkamtibmas Desa Tileng, Girisubo, Aiptu Agus Sugiyarto rela menapaki hutan belantara demi memberikan bantuan kepada Mbah Salinem seorang nenek renta.

Bahkan, Agus rela menggendong Mbah Salinem untuk menuruni jalan setapak yang dikelilingi pohon-pohon besar. Perjuangan Mbah Salinem menjadi role model aparat kepolisian.

Meskipun mengalami kelumpuhan, Mbah Salinem tetap semangat mencari makan di atas perbukitan belakang rumahnya demi mencari makan sehari-hari. Ia tak menyerah dengan keadaan.

Lihat postingan ini di Instagram

Dari Polri Untuk Mbah Salinem Peduli, Aiptu Agus Sugiyarto, Bhabinkamtibmas Desa Tileng Kec. Girisubo memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada Mbah Salinem. Mengalami kelumpuhan, tak membuat Mbah Salinem menyerah pada takdir. Di usianya yang senja, Mbah Salinem masih kuat mendaki tebing dibelakang rumah untuk mencari sayur mayur yang dapat diolah. Tinggal bersama Putri tercinta yang mengalami kebutaan sejak lahir, membuat Mbah Salinem tak bisa hanya mengandalkan putrinya. Ketegaran Mbah Salinem patut dijadikan semangat dan pelajaran hidup. Bahwa keterbatasan tidak menjadikan kita menyerah pada keadaan. @poldajogja

Sebuah kiriman dibagikan oleh DIVISI HUMAS POLRI (@divisihumaspolri) pada

Selain dua daerah itu, Polres Seram Bagian Timur, Polda Maluku juga menemui banyak jalan terjal dalam membagikan ratusan paket sembako dan masker kepada warga pesisir di Desa Englas.

Setelah melalui jalan setapak dalam hutan menuju pesisir sejauh puluhan kilometer, tim tiba di lokasi dan langsung membagikan sembako dan masker tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan perayaan HUT Bhayangkara ke-74 tahun ini digelar di tengah corona. Karena itu Polri memutuskan untuk menguatkan program kemanusiaan bagi warga Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19.

Diantaranya, pemberian bantuan paket sembako, donor darah, pencehahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan menciptakan ketahanan pangan nasional serta kegiatan sosial lainnya.

"Pada prinsipnya Polri bersama TNI akan terus hadir di tengah masyarakat di masa pandemi Covid-19. Selain penegakan hukum, kami juga fokus dalam program kemanusiaan lainnya sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Minggu (28/6/2020).

Menurut dia, pembagian paket sembako tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang aparat kepolisian harus rela menempuh jalan ratusan kilometer demi memastikan jaring pengaman sosial itu tepat sasaran ke masyarakat.

Sejauh ini, kata Argo, Polri menyiapkan 11.000 ton beras yang dibagikan secara bertahap sementara uang tunai sebesar Rp360 miliar. "Khusus uang tunai sasarannya adalah para pengemudi bus, taksi, truk, dan sebagainya. Pembagiannya dilakukan secara bertahap selama tiga bulan dengan nominal perorang Rp600.000," tutup jenderal bintang dua itu.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya