JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengadakan dua kali survei soal pembelajaran jarak jauh (PJJ) imbas Pandemi Covid-19.
"Dari data kami, 79,9 persen guru, siswa, orangtua tak suka belajar di rumah," jelas Retno saat diwawancara dalam program iNews Siang, Kamis (23/7/2020).
Menurut Retno, ketidaksetujuan itu didasari beberapa hal. Salah satunya, masalah pada alat, banyak dari siswa tak punya gawai untuk belajar daring. "Kalaupun punya, mereka tak bisa beli data internet, kalau orangyua anaknya tiga dalam keluarga, semuanya daring itu memberatkan juga," jelasnya.
Sehingga, jelas Retno, ada "bias class" atau ketimpangan sosial dalam pembelajaran jarak jauh. Siswa yang mampu akan terlayani, sedangkan siswa menengah ke bawah tak dapat terlayani dengan baik.
"Contohnya saja di Papua, ada 608 ribu siswa sekolah di sana, 54% tak terlayani daring," jelasnya.
Baca Juga: Demi Belajar Online, Sekelompok Siswa Patungan Beli Kuota Internet dan Saling Pinjam HP
Bahkan ada beberapa kasus di mana anak tak naik kelas karena dianggap tak mengerjakan tugas. Padahal, daerahnya tak terjangkau akses internet, sehingga dia tak tahu ada tugas dari sekolahnya.