Ayah Editor Metro TV Emosi Anaknya Disebut Diduga Bunuh Diri

Hambali, Jurnalis
Sabtu 25 Juli 2020 14:24 WIB
Ayah dari Yodi Prabowo, Suwandi. Foto: Hambali-Okezone
Share :

TANGSEL – Polda Metro Jaya menduga editor Metro TV Yodi Prabowo tewas karena bunuh diri. Namun pihak keluarga tak yakin dengan kesimpulan polisi tersebut.

Ayah almarhum Yodi, Suwandi (46), mengungkap kekecewaan atas hasil rilis kepolisian yang digelar Sabtu (25/7/2020) pagi. Menurut Suwandi, polisi tak menjelaskan secara detil bagaimana proses bunuh diri itu terjadi.

"Saya orangtua emosi mendengar ini, saya nggak yakin anak saya bunuh diri," tegasnya ditemui Okezone di kediaman, Jalan Alle Raya, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Beberapa kejanggalan, kata Suwandi, adalah soal kondisi jenazah Yodi yang pada saat ditemukan dalam kondisi tak menyisakan jejak darah di pakaiannya. Seharusnya, lanjut dia, kalau memang Yodi menusukkan pisau ke tubuhnya sendiri sudah pasti bekas darah berceceran di sekujur tubuh.

Baca Juga: Tewas Bunuh Diri, Editor Metro TV Yodi Prabowo Dinyatakan Positif Narkoba

"Logikanya kan kalau memang bunuh diri, masa iya bekas darahnya gak bersisa di pakaian, keliatan rapih, nggak mungkin kan. Polisi nggak menjelaskan itu detailnya bagaimana," jelasnya.

Hal lain yang dipertanyakan keluarga adalah keterangan pihak kepolisian yang menduga pemicunya adalah akibat depresi yang dialami almarhum Yodi. Padahal, sambung Suwandi, tak pernah dia atau istrinya melihat perubahan drastis dari sikap Yodi di rumah.

"Nggak pernah anak saya kelihatan depresi, dia memang anaknya pendiam," ucapnya.

Baca Juga: Editor Metro TV Diduga Bunuh Diri, Polda Metro Lanjutkan Penyelidikan Jika Ada Fakta Baru 

Sebelumnya 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kesimpulan sementara kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri.

Kesimpulan itu berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga hasil dari laboratorium forensik (labfor)

"Oke dari beberapa faktor dari TKP, penjelasan ahli, dari keterangan yang lain dan bukti penguat, penyidik berkesimpuan bahwa yang bersangkutan diduga kuat bunuh diri," kata Yusri Yunus saat menggelar konpers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya