BOLSEL – Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara mengakibatkan satu kecamatan terendam dan jembatan penghubung putus.
Banjir bandang terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak kemarin hingga hari ini di wilayah tersebut. Akibatnya, aktivitas lalu lintas lumpuh total.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bolaang Mongondow Abdul Muin mengimbau agar pengguna jalan mengambil jalur alternatif via ruas jalan Matali Baru-Torosik.
"Jalan Utama Penghubung Kabupaten Bolmong dan Kabupaten Bolsel saat ini putus total akibat amblasnya oprit jembatan tepatnya di jalan AKD Desa Kosio Kecamatan Dumoga Tengah," ujar Abdul Muin, Sabtu (25/7/2020).
Namun untuk melintasi jalur alternatif ruas jalan Matali Baru - Torosik, perlu extra waspada karena jalan ini rawan terjadi longsor tepatnya pada Km 8 -Km 22.
Saat ini menurutnya, upaya yang sudah dilakukan BPBD Bolmong yakni sudah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional Wilayah Sulut untuk tindak lanjut penanganan.
"BPBD Bolmong saat ini terus mobile memantau semua akses jalan yang menghubungkan antar daerah," Kata Abdul Muin.
Sementara personil TRC BPBD Bolmong masih melakukan assessment di lapangan. Sebagai informasi awal bahwa berdasarkan Pantauan sementara, terdapat tiga Kecamatan yang terdampak Banjir.
Kecamatan Dumoga Barat, banjir merendam Desa Ikhwan, Desa Doloduo dan Desa Doloduo II. Di️ Kecamatan Dumoga Tengah banjir di Desa Kosio Induk dan Desa Kosio Barat, sedangkan untuk Kecamatan Dumoga Utara banjir melanda Desa Dondomon, Dondomon Selatan dan Desa Dondomon Utara.
"Kendala yang dihadapi saat ini akses menuju Kecamatan Dumoga Barat putus total, sedangkan wilayah Dumoga Utara debit air masih tinggi," pungkas Abdul Muin.
(Amril Amarullah (Okezone))