KENDAL - Masa pandemi covid-19 yang menggoyahkan ekonomi masyarakat menuntut warga kreatif dalam mencari uang guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selaras dengan hal tersebut, berbagai usaha berkonsep unik pun bermunculan.
Contohnya di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terdapat kedai makanan dan minuman yang menerapkan konsep makan sepuasnya dan bayar sesukanya.
Lokasi kedai tersebut tepat di pertigaan Pasar Sukodono, Kecamatan Kota Kendal. Sang pemilik, Ahmad Saipudin menawarkan menu makanan dan minuman seperti aneka soto, aneka mie rebus dan goreng, aneka minuman dingin dan panas, hingga sejumlah jajanan atau camilan.
Semuanya boleh dinikmati pelanggan sepuasnya di tempat, lalu bayar suka-suka. Terkecuali menu tengkleng yang dibanderol Rp33 ribu rupiah lengkap dengan nasi dan minuman.
Ahmad mengatakan, konsep bayar suka-suka itu sudah berjalan mulai awal Juli 2020. Dirinya mengaku bisa menjual 70 hingga 100 porsi dalam sehari. Namun perlu diingat konsep seperti ini hanya sementara.
“Makan sepuasnya bayar suka-suka itu, masyarakat kendal, ini belum sepenuhnya ada muncul di Kendal,” ujar Ahmad pada Sabtu (25/7/2020).
Baca Juga: Pramugari Cantik Buka Warkop di Tikungan Jalan, Pelanggan: Rasanya Bisa Semriwing
Lalu bagaimana ceritanya sehingga ia menerapkan konsep tersebut? Asep menjelaskan bahwa sebenarnya ia sudah membuka kedai sejak Januari 2020. Lalu pandemi Covid-19 membuat kedainya tak bisa beroperasi secara normal
Hingga akhirnya, belakangan ini mulai distabilkan jam operasional dengan sedikit mengubah konsep kedai pada awal Juli 2020. Sebagai ungkapan rasa syukur atas diberikannya ixin berkegiatan seperti biasa di Kabupaten Kendal, Ahmad pun membuat program untuk berbagi kepada sesama, yaitu Makan Sepuasnya Bayar Sesukanya.
Sementara itu salah seorang pengunjung, Lativ Shaykhoni mengaku senang dengan program berbagi yang digalangkan asep. Terlebih saat banyak warga membutuhkan uluran tangan untuk makan dengan budget seadanya.
Sebelumnya dikabarkan Renita Fridasari (23) juga membuat warung berkonsep warung tikungan. Disebut demikian karena posisinya berada persis di sisi jalan yang menikung.
Renita sendiri sebenarnya seorang pramugari yang dirumahkan karena terimbas pandemi virus corona (Covid-19).
Namun kini gadis cantik warga Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ini membuka usaha warung kopi (warkop) di tikungan jalan di sebelah utara Hutan Kota di Gergunung, Klaten Utara.
Kecantikan gadis kelahiran Klaten, 1 November 1996 ini mampu menghipnotis para pengunjung yang datang. Bukan hanya jajan mencicipi kopi atau pun menu lainnya, sejumlah pengunjung sering meminta foto bersama Renita.
"Warkop di sini baru jalan dua pekan terakhir. Pengunjungnya kebanyakan cowok. Di antara pengunjung itu mengetahui saya buka warung karena memang teman saya, teman dari adik saya, atau dari Instagram,” ujar Renita beberapa waktu lalu sebagaimana dikutip dari Solopos pada Sabtu (18/7/2020).
“Sampai di sini, banyak yang tanya mana pramugarinya. Terus ada yang minta foto bareng saya," tambahnya.
(Abu Sahma Pane)