JAKARTA – Komando Pasukan Katak (Kopaska) merupakan pasukan elit TNI Angkatan Laut yang dirikan pada 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno. Kopaska juga sering dilibatkan dalam sejumlah misi.
(Baca juga: Mortir Sisa Perang Dunia II Diamankan Kopaska)
Salah satu tugas Pasukan Katak adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai, hingga operasi pendaratan kekuatan amfibi, serta antiteror maritim.
Kendati demikian, Kopaska juga dilibatkan dalam berbagai misi non-tempur. Seperti dilakukan prajurit Kopaska yang tergabung dalam Satgas Pamtas Guspurla Koarmada II yang mengganti bendera Merah Putih di Suar Karang Unarang, Ambalat.
Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko Raharjo menyaksikan langsung prajuritnya saat proses pergantian bendera Merah Putih di suar tersebut.
Sejumlah prajurit Kopaska on board dengan menggunakan KRI Diponegoro-365 untuk menjangkau lokasi tersebut.
Danguspurla mengatakan, proses pergantian bendera Merah Putih tersebut sebagai bentuk atau simbol penegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di perairan Ambalat sekaligus menunjukkan eksistensi atau kehadiran TNI khususnya TNI Angkatan Laut di wilayah tersebut.
Secara fisik bendera di suar tersebut sudah lama tidak diganti sehingga warnanya kurang jelas bila dilihat jauh. Untuk itu perlu dignti dengan yang baru agar lebih membanggakan,” ujar Rahmat Eko dikutip dari akun Instagram Puspen TNI, Minggu (26/7/2020).
Rahmat melanjutkan, operasi Pamtas RI-Malaysia di perairan Karang Unarang berada di bawah kendali Guspurla Koarmada II, memiliki tugas pokok melaksanakan proyeksi kekuatan guna mendukung pengendalian laut maupun untuk mencapai tujuan-tujuan strategis dalam rangka menegakkan kedaulatan dan hukum di laut.
”Hal ini sebagaimana instruksi Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, bahwa kita harus berupaya semaksimal mungkin menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah perairan Indonesia," ujarnya.
"Sebab Indonesia memiliki kekayaan laut yang beraneka ragam serta pulau-pulau yang menarik minat negera lain untuk menguasainya,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )