Epidemiolog: Tak Ada Istilah Zona Hitam dalam Zonasi Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Kamis 13 Agustus 2020 07:01 WIB
Foto: Illustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA - Pakar Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menerangkan bahwa tak ada istilah zona hitam dalam peta penyebaran pandemi virus Covid-19.

Menurut dia, zona hitam hanya ditetapkan karena adanya jumlah kasus Covid-19 yang meningkat tajam di satu wilayah. Hal itu disampaikannya dalam mengomentari soal hoaks yang menyebut DKI Jakarta sebagai zona hitam dalam pandemi corona.

"Sejauh yang saya tahu tidak ada (istilah) zona hitam, umumnya sampai merah. Kalau pun terkesan hitam biasanya karena jumlah kasus yang meningkat tajam," kata Dicky saat dihubungi Okezone, Kamis (13/8/2020).

 Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Melonjak, Wagub Pastikan RS Masih Memadai 

Dicky mengungkapkan, bahwa dirinya tak setuju dengan sistem zonasi peta penyebaran corona yang berlaku di Indonesia. Pasalnya, kata dia, sistem zonasi tersebut mengabaikan variabel testing di masyarakat.

"Padahal testing adalah intervensi yang sangat penting dalam pandemi," ujarnya.

Baca juga: PSBB Transisi di Jakarta Diperpanjang, Pengawasan Bakal Diperketat

Ia menerangkan, bahwa diabaikan testing corona kepada masyarakat menunjukkan ketidakpahaman pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19.

Dicky melanjutkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan 1:1000 orang perpekan dengan target positive rate di bawah 5% sebelum menentukan satu wilayah dalam zonasi apa.

"Selain tentu indikator tracing dan lainnya. Tanpa adanya variable ini maka klaim suatu daerah dalam zona hijau akan bernilai semu," tandasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya