BENGKULU - Pasca gempa doublet mengguncang Provinsi Bengkulu, pada Rabu 19 Agustus 2020, pagi, di Provinsi Bengkulu tercatat sebanyak 12 kali guncangan gempa. Di mana 10 gempa terjadi sepanjang hari kemarin dan 2 gempa tercatat pada Kamis (20/8/2020).
Gempa susulan itu tercatat hingga pukul 12.55 WIB. Di mana rentetan gempa tersebut retara dengan kedalam dangkal. Seperti guncangan gempa Magnitudo (M=) 2,7, pada Kamis (20/8/2020), pukul 00.49 WIB.
Di mana gempa itu berada di episenter pada koordinat 4.35 Lintang Selatan (LS) dan 102.00 Bujur Timur (BT) atau berada di barat daya Kabupaten Seluma, berjarak 46 Kilometer (Km), dengan kedalaman 16 Km.
Gempa susulan kembali terjadi dengan M=3.2, pada Kamis (20/8/2020), pukul 02.33 WIB. Gempa itu berada di episenter pada koordinat 4.35 Lintang Selatan (LS) dan 100.99 Bujur Timur (BT) atau 168 Barat Daya Kabupaten Bengkulu Utara, dengan kedalaman 38 Km.
PMG Ahli Muda Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah mengatakan, pasca gempa doublet mengguncang Provinsi Bengkulu, pada Rabu 19 Agustus 2020, pagi, tercatat gempa telah menguncang wilayah Bengkulu sebanyak 12 kali.
Besarannya dari M=2,7 hingga M=4,9. Rentetan gempa susulan tersebut dipengaruhi sesar Mentawai-Pagai bagian Selatan sedang aktif. Sehingga gempa-gempa kecil pasca gempa utama masih terjadi di provinsi berjuluk Bumi Rafflesia ini.
''Pusat gempa susulan berada disekitar gempa utama. Gempa susulan ini karena adanya segmen Mentawai-Pagai bagian selatan sedang aktif. Namun, besaran gempa susulan ini lebih kecil dari gempa utama kemarin,'' kata Sabar, saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (20/8/2020).
Gempa susulan, terang Sabar, akan tetap terjadi hingga dua atau tiga hari kedepan. Sebab, kata Sabar, sesar Mentawai-Pagai belum benar-benar stabil. Namun, gempa susulan itu lebih kecil dari gempa utama.
''Gempa susulan tetap akan terjadi, besaranya lebih kecil dari gempa utama kemarin,'' pungkas Sabar.
(Awaludin)