JAKARTA - Psikolog Intan Erlita menilai, tingkah Yulia yang tega menyiksa anaknya berusia lima bulan di Apartemen Green Park View, Cengkareng, Jakarta Barat lantaran tengah menderita baby blues yang mengarah kepada depresi.
Baby blues merupakan gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan ibu mudah sedih, lelah, lekas marah, menangis tanpa alasan yang jelas, mudah gelisah, dan sulit untuk berkonsentrasi.
"Kalau aku baca berita sepertinya sang ibu ada masalah secara psikis, tapi harus diperiksa lebih lanjut. Kalau dari anak yang usianya ini lima bulan, dia (diduga) terkena baby blues yang ke arahnya depresi," kata Intan saat dihubungi Okezone, Sabtu (22/8/2020).
Baca juga: Siksa Bayinya, Ibu di Cengkareng Kerap Bertingkah Aneh
Intan menerangkan, ibu penderita baby blues memang bisa menyakiti bayi hingga tega menenggelamkan bayinya. Menurut dia, seorang ibu bisa terlihat baik secara fisik usai melahirkan, namun belum tentu terhadap psikologisnya.
"Artinya kondisinya psikisnya belum terlalu pulih karena usianya masih enam bulan. Secara fisik mungkin sudah (sembuh), tapi psikis belum pulih karena mungkin masalah yang dijalaninya," sambung Intan.
Baca juga: Diduga Alami Gangguan Jiwa, Mamah Muda Tega Siksa Bayinya
"Sepertinya dia juga sudah cerai dari suaminya sehingga dirinya tidak mendapat dukungan dari keluarga. Jadi akhirnya dia kecewa dari kehidupannya dan dia tidak bisa mencurahkan kepada siapa pun, jadi ketika anaknya menangis lagi kondisi nggak nyaman akhirnya itu memicu prilaku dari ibunya," tambah dia.