LIMA – Beberapa narapidana di penjara terpadat di Peru kini bertugas sebagai pemantau kesehatan, memberitahu dokter mengenai kemungkinan adanya pasien yang terinfeksi virus corona.
Baru beberapa bulan silam, para narapidana di penjara Lurigancho berunjuk rasa menuntut peningkatan perlindungan terhadap virus corona. Protes itu berakhir dengan sembilan orang tewas dan puluhan lainnya cedera.
BACA JUGA: Peru Terapkan Pembatasan Sosial Berdasarkan Jenis Kelamin
Dilaporkan VOA, Rafael Castillo, Wakil Presiden Dewan Lembaga Pemasyarakatan Nasional Peru, mengemukakan tentang tujuan pembentukan jaringan penanggulangan wabah di dalam penjara. Ia mengatakan ini akan mencegah ribuan narapidana memadati rumah sakit-rumah sakit di luar penjara.
BACA JUGA: Diberi Obat Hewan untuk Atasi Covid-19, Ribuan Warga Amazon Peru Sakit
Sebelum ada tuntutan narapidana mengenai peningkatan kebersihan, sekitar 2.500 narapidana telah terjangkit virus corona dan 33 lainnya meninggal karenanya.
Secara nasional, Peru berada di tempat ketiga tertinggi kasus virus corona di Amerika Selatan, di bawah Brasil dan Meksiko. Negara itu mencatat lebih dari 500 ribu kasus dan lebih dari 26 ribu kematian karena virus corona.
(Rahman Asmardika)