"Takut melakukan korupsi bukan hanya terbangun atas ketakutan terhadap denda dan terhadap penjara, takut melakukan korupsi juga bisa didasarkan pada ketakutan kepada sanksi sosial, takut dan malu pada keluarga, kepada tetangga dan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, kepada neraka," jelasnya.
Baca juga: Presiden Jokowi: Aparat yang Memeras Rakyat Adalah Musuh Negara!
Oleh sebab itu, Jokowi mengingatkan seluruh komponen bangsa adalah bagian penting dari gerakan antikorupsi. Tokoh agama, budayawan, tokoh masyarakat, pendidik, hingga institusi lainnya adalah bagian penting dalam upaya bersama ini.
"Dengan keteladanan kita semuanya dengan perbaikan regulasi dan reformasi birokrasi saya yakin Insya Allah masyarakat akan menyambut baik gerakan budaya antikorupsi ini. Saya akan terus mengikuti aksi pencegahan korupsi dari waktu ke waktu, pelaksanaan tiga agenda besar yang tadi saya sampaikan. Marilah kita bersama-sama laksanakan samakan visi dan selaraskan langkah untuk membangun pemerintahan yang efektif yang efisien dan inovatif sekaligus bebas dari korupsi," pungkasnya.
(Awaludin)