BANDUNG - Seorang warga Bandung bernama Yuda Nanda Prawira dibegal oleh empat orang di Jalan Situ, Kelurahan Sulahaji, Kecamatan Babakan Ciparay. Yuda saat ini dirawat intensif di rumah sakit, lantaran terluka parah di leher dan wajah. Karena nekat melakukan perlawanan saat sepeda motornya hendak dibawa kabur para pelaku.
"Pelaku membacok leher dan wajah korban menggunakan sebilah celurit. Setelah korban terluka, para pelaku kabur. Motor dan barang berharga milik korban tak berhasil dibawa pelaku," kata Kasubbag Humas Polrestabes Bandung, AKP Rahayu Mustikaningsih, Senin (31/8/2020).
AKP Rahayu mengemukakan, Polrestabes Bandung telah menerima laporan peristiwa pembegalan yang menimpa Yuda dengan Laporan Polisi Nomor: LP/949/JBR/Restabes Bdg, tanggal 26 Agustus 2020 atas nama pelapor Wiwi Setiayani, istri korban Yuda
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dan olah tempat kejadian perkara (TKP), Unit Reskrim Polsek Babakan Ciparay, ujar AKP Rahayu, waktu Kejadian pada Rabu 26 Aguatus 2020 antara pukul 00.30-01.00 WIB.
"Di sekitar TKP, saat kejadian korban seorang diri dan suasana sepi. Tidak ada yang mengetahui peristiwa yang menimpa korban Yuda. Tidak ada saksi yang mengetahui. Pelaku diperkirakan sebanyak 4 orang dengan mengendaraai sepeda motor matik berknalpot bising," sambungnya.
Ia menuturkan, berdasarkan keterangan korban Yuda kepada penyidik Unit Reskrim Polsek Babakan Ciparay dan Satreskrim Polrestabes Bandung, sebelum kejadian baru pulang dari rumah orang tuanya di Melong, Karapitan, Kota Bandung.
"Korban bermaksud akan pulang ke rumahnya di daerah Jalan Mekar Mulya, Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung," tuturnya.
Korban Yuda, ungkap AKP Rahayu, menempuh rute perjalanan dari kawasna Melong menuju Jalan Sasak Gantung-Dewi Sartika pinggir Yogya, Kepatihan, lalu masuk ke jalan memotong keluar di Jalan Otto Iskandardinata (Ottista) menyeberang ke Jalan Kalipohapo lurus ke Jalan Pagarsih-Pagarsih Barat.
Kemudian korban belok kanan masuk ke Jalan Situ atau lokasi kejadian. Untuk pulang ke Jalan Cijerah, korban ke Jalan Suryani-Sudirman lurus ke Jalan Cijerah.
"Saat di lampu merah Jalan Pagarsih, korban tahu ada orang memakai motor berboncengan dengan knalpot bising. Tapi korban tidak menghiraukan karena fokus untuk pulang," ungkapnya.
Namun, saat masuk Jalan Situ atau lokasi kejadian, korban dipepet oleh dua orang pelaku tidak dikenal mengendarai motor matik tanpa plat nomor. Spontan korban berhenti.
Kemudian pelaku memukul kepala korban dengan benda tumpul. Lalu datang dua pelaku lain yang juga mengendarai motor matik warna merah berknalpot bising.
Korban terjatuh turun dari motornya dan melakukan perlawanan. Saat melihat motor hendak diambil oleh salah satu pelaku, korban menendang pelaku sambil melompat. Akibatnya pelaku yang hendak membawa kabur motor korban, terjatuh.
"Kemudian salah satu pelaku yang memakai jaket bomber warna gelap, topi biru, dan buff penutup wajah, mengeluarkan senjata tajam jenis celurit. Pelaku membacokkan senjata tajam itu ke wajah dan leher korban. Korban Yuda berteriak teriak minta tolong sehingga para pelaku melarikan diri ke arah Jalan Suryani," sambungnya.
Ia memastikan, barang berharga milik korban baik sepeda motor dan lainnya, selamat. Setelah para pelaku kabur, korban Yuda pulang dalam kondisi luka-luka dan berlumuran darah.
Korban sampai di rumah sekitar pukul 01.30 WIB. Oleh istrinya, korban dibawa ke klinik kesehatan terdekat. Selanjutnya korban tidak sadarkan diri dan dibawa ke salah satu rumah sakit untuk mendapat perawatan medis intensif.
"Luka-luka yang diderita oleh korban akibat sabetan celurit pelaku, antara lain luka sobek di bagian wajah, bibir, dan leher," pungkasnya.
(Awaludin)