Syafrin menerangkan, setiap halte dan stasiun juga telah disediakan tempat cuci tangan hingga hand sanitizer.
"Demikian juga didalam sarana angkutan umumnya. Artinya bahwa kemudiaan satu lagi bahwa di Jakarta di tengah-tengah PSBB Transisi kami tetap menerapkan prinsip kapasitas atau pun jumlah penumpang maksimum yang bisa diangkut itu hanya 50 persen dari kapasitas tersedia," sambungnya.
"Walaupun di Permen Perhubungan itu membolehkan 70 persen jumlah penumpangnya, kami tetap menganggap bawa physical distancing di layanan angkutan umum kita itu tetap menjadi prioritas sehingga kita mampu menekan penularan di angkutan umum," tandasnya.
(Awaludin)