MINSK – Tokoh oposisi terkemuka Belarusia Maria Kolesnikova diculik sekawanan lelaki tak dikenal di Ibu Kota Minsk pada Senin (7/9/2020). Penculikan itu terjadi di saat demonstrasi menentang Presiden Aleksandr Lukashenko memasuki pekan kelima berturut-turut.
Seorang saksi mata, yang diidentifikasi sebagai Anastasia pada Senin mengatakan kepada situs Belarusia Tut.by bahwa ia melihat Kolesnikova dipaksa sekelompok lelaki berpakaian preman untuk masuk ke sebuah minibus dan dibawa pergi.
BACA JUGA: Bentrokan Pecah di Belarusia Setelah "Diktator Terakhir Eropa" Diprediksi Terpilih Lagi
Kolesnikova adalah yang terakhir dari tiga perempuan yang bergabung dalam dewan koordinasi oposisi tetap bertahan di Belarusia. Dewan koordinasi oposisi berusaha mengalahkan Lukashenko dalam pemilu 9 Agustus lalu.
Lukashenko dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilu tersebut, tetapi partai-partai oposisi, bersama dengan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa menyatakan hasil pemilu itu telah dicurangi.
Sekutu Kolesnikova, Olga Kovalkova pergi ke Polandia pada Sabtu (5/9/2020), mengatakan pihak berwenang memaksanya keluar dari Belarusia. Sementara itu pemimpin utama oposisi, Sviatlana Tsikhanouskaya telah berada di Lithuania bersama dengan anak-anaknya sejak pemilu dengan menyebut alasan demi keselamatannya sendiri.
BACA JUGA: Nyawanya Terancam, Capres Oposisi Belarusia Diklaim "Aman" di Lithuania
Dalam wawancara dengan VOA, Tsikhanouskaya mengatakan ia sedang bekerja untuk menyelenggarakan pemilu baru meskipun Lukashenko menolak untuk melakukannya. “Rencana kami benar-benar jelas. Ini adalah penyelenggaraan pemilu baru yang jujur dan transparan,” ujarnya.
Protes-protes pada akhir pekan kembali menarik puluhan ribu orang. Seraya meneriakkan “pergi” dan “kamu adalah pembohong,” merujuk pada Lukashenko. Mereka melambai-lambaikan bendera oposisi berwarna merah putih.
Polisi dan tentara menutup pusat kota Minsk namun ini tidak menghentikan para demonstran bergerak menuju kediaman presiden, sekitar tiga kilometer dari pusat kota.
Marina, seorang demonstran, mengatakan ia hadir untuk menyatakan tentangannya terhadap Lukashenko karena berbuat curang dalam pemilu dan dalam memperlakukan warganya.