JAKARTA - Kampanye virtual menjadi salah satu pilihan bagi calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2020, lantaran berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Cara tersebut dinilai sangat relevan karena menghindari penyebaran virus corona.
Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), August Mellaz mengatakan, semua paslon dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai kendala dan batasan selama kontestasi berlangsung di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Perludem Beberkan Tantangan Pencalonan Perempuan Dalam Pilkada 2020
Kampanye virtual juga dilakukan oleh paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa di Pilkada Solo. Gibran melakukan blusukan daring di hari pertama kampanye di Kampung Bonorejo, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah pada Sabtu 26 September 2020.
"Setiap pasangan calon dituntut untuk melakukan penyesuaian secara radikal terkait dengan metode-metode kampanye yang dinilai efektif menjangkau para pemilih," ujar August Mellaz, Minggu (27/9/2020).
Baca juga: Ketika Pelanggar Kesehatan Covid-19 Tak Ingat Teks Pancasila
Dia mengatakan, ide-ide baru harus dilakukan karena Pilkada di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, kampanye virtual juga bisa menjangkau para pemilih.
"Tantangan penting lainnya adalah bagaimana pasangan calon dapat mengemas dan mengajukan berbagai alternatif ide dan program yang menjawab kebutuhan masyarakat pemilih sesuai dengan dinamika dan kekhasan masing-masing wilayah," jelasnya.