Diserahkan ke Kejari Jaktim, Brigjen Prasetijo Gunakan Seragam Polri

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Senin 28 September 2020 12:52 WIB
Brigjen Prasetijo pakai seragam polri (foto: Okezone.com/Putra)
Share :

JAKARTA - Bareskrim Polri resmi melimpahkan tersangka, dan barang bukti kasus dugaan pemalsuan surat jalan narapidana pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim).

Berdasarkan pantauan Okezone di Gedung Bareskrim Polri, Senin (28/9/2020), salah satu tersangka yakni, Brigjen Prasetijo Utomo terlihat lengkap mengenakan seragam Polri saat dilimpahkan ke Kejari Jaktim.

Baca juga: Djoko Tjandra hingga Brigjen Prasetijo Resmi Diserahkan ke Kejari Jaktim

Berbeda dengan dua tersangka lainnya yakni Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking. Brigjen Prasetijo Utomo tidak menggunakan rompi tahanan berwarna oranye khas seorang tahanan.

Ia pun dibawa dengan menggunakan mobil Provos Polri. Dengan mengenakan masker, Prasetijo tak memberikan komentar apapun kepada awak media. Sedangkan, Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking dibawa dengan mobil tahanan terpisah.

 Baca juga: Hari Ini, Bareskrim Limpahkan Tahap II Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra ke Kejaksaan

"Pelimpahan tahap II tersangka dan alat bukti ke JPU Kejari Jaktim," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo.

Pada kasus dugaan pemalsuan surat jalan, Bareskrim menetapkan Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking sebagai tersangka.

Dalam perkara pemalsuan surat jalan, Djoko disangka melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP, Pasal 426 KUHP, dan Pasal 221 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sementara, Brigjen Prasetijo disangkakan Pasal 263 Ayat 1 dan 2 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1e KUHP, Pasal 426 KUHP, dan/atau Pasal 221 Ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Sedangkan Anita Kolopaking dijerat dengan Pasal 263 Ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu dan Pasal 223 KUHP tentang upaya membantu kaburnya tahanan.

Bareskrim Polri sendiri menetapkan Djoko Tjandra dalam dua perkara yang berbeda yakni, kasus dugaan pemalsuan surat jalan dan dugaan suap penghapusan Red Notice.

Dalam kasus dugaan suap penghapusan red notice, Bareskrim juga menetapkan Tommy Sumardi dan Djoko Tjandra sebagai pemberi suap. Sedangkan tersangka yang disangka menerima suap adalah Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya