CLEVELAND – Presiden Donald Trump mengungkapkan keraguannya bahwa pemilihan presiden Amerika serikat (AS) 2020 akan berjalan dengan adil. Hal itu diungkapkan Trump dalam debat perdana calon presiden AS, Selasa (29/9/2020).
“Sepanjang mengenai surat suara, itu adalah bencana,” kata Trump merujuk pada metode mail in ballot, atau pengiriman surat suara lewat pos, yang digunakan di samping pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) pada pemilihan presiden tahun ini.
"Ini akan menjadi penipuan yang belum pernah akan lihat," tambahnya.
BACA JUGA: Trump Peringatkan Pilpres AS November Mungkin Dicurangi
Karena pandemi Covid-19, AS akan menerapkan apa yang disebut dengan mail in ballot atau pemungutan suara melalui pos, dengan mengirimkan surat suara ke rumah-rumah pemilih untuk dikirimkan kembali setelah diisi. Trump melihat cara ini memungkinkan Partai Demokrat, yang mengusung Biden, melakukan kecurangan dan menyebut cara ini sebagai sebuah “penipuan”.
Trump mengatakan bahwa dia akan mengandalkan Mahkamah Agung AS untuk memeriksa surat-surat suara yang telah dikirimkan ke para pemilih.
“Ya, saya akan mengandalkan mereka untuk melihat surat suara, saya berharap kita tidak memerlukan mereka (Mahkamah Agung AS) dalam konteks pemilihan itu sendiri, tetapi untuk surat suara saya pikir (kita membutuhkannya),” ujarnya.
BACA JUGA: Trump Tolak Berkomitmen untuk Serahkan Kekuasaan Secara Damai
Trump juga mengatakan bahwa dia tidak akan diam jika melihat puluhan ribuan surat suara dimanipulasi.
Trump dan Biden masih akan berhadapan dalam dua debat calon presiden AS berikutnya, yang akan digelar pada 15 Oktober di Miami, Florida dan pada 22 Oktober di Nashville. Tennessee. Pemungutan suara pada 3 November 2020 akan menentukan siapa yang duduk di Gedung Putih sebagai Presiden AS berikutnya.
(Rahman Asmardika)