MANADO - Yoshiro Sondakh, siswa kelas X SMA Negeri 2 Pineleng setiap hari menempuh 3 KM dari rumahnya ke sekolah menggunakan sepeda. Hal tersebut terpaksa dilakukannya agar bisa mengenyam pendidikan formal.
Anak pertama dari tiga orang bersaudara itu tidak memiliki smartphone/HP untuk belajar online. Hanya ada satu milik ibunya, itu pun sudah dipakai adiknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar.
Ibunya tidak mampu membelikan smartphone karena selain seorang single parent, bunda yang dahulu bekerja di pabrik pengolahan minyak kelapa terpaksa dirumahkan akibat dampak pandemi Covid-19.
Setiap hari, sekira pukul 06.30 Wita dia sudah mengayuh sepeda dari rumahnya yang terletak di Jalan Mogandi No.5, Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menuju sekolahnya di Jalan Veteran, Sea I, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.
Dengan menggunakan sepeda, dia menempuh jarak sekira 3 Km setiap hari. Pernah suatu kali sepedanya rusak, dia pun terpaksa jalan kaki menuju sekolahnya.
Seringkali Yoshiro tiba terlebih dahulu di sekolah dibanding guru-gurunya. Setiap hari dia belajar secara luring terlebih dahulu di dalam kelas, mendapat tugas, kemudian pindah ke ruangan laboratorium komputer untuk belajar dengan menonton pembelajaran via youtube sambil menyelesaikan tugas yang diberikan.
Baca Juga: Kisah Bocah SD, Berjalan Satu Kaki 1.000 Meter Menuju Sekolah
Aktivitas tersebut sudah dijalaninya sejak Mei, meski mengaku merasa capek mengayuh sepeda setiap hari. Namun semua itu bisa dikalahkan dengan semangatnya yang tinggi untuk mendapatkan pendidikan.
"Sejak mulai sekolah sudah rajin datang ke sekolah, sekira bulan Mei. Ada rasa capek juga harus mengayuh sepeda setiap hari, namun karena ingin belajar tetap saya datang demi untuk mencapai cita-cita," kata Yoshiro yang berkeinginan kelak menjadi ahli penerjemah bahasa Inggris, Kamis (1/10/2020).
Selain mendapat pelajaran sesuai jadwal mata pelajaran, sering di saat waktu lowong, guru-gurunya yang lain memberikan pembelajaran tambahan kepadanya.
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) urusan kurikulum Mike Buol mengatakan sejak masuk di sekolah tahun pelajaran 2020/2021, siswa itu meminta untuk luring.
Baca Juga: Kisah Siswa di Pedalaman, Mendaki Bukit 3 Km Demi Sinyal untuk Belajar Online