Yoshiro menurutnya punya sifat pemimpin, mandiri, dia tidak terpengaruh ketika dia mau ke sekolah entah ada teman atau hanya dia sendiri. Dia fokus bahwa dia adalah seorang siswa dan kewajibannya adalah belajar.
"Sehingga tiap hari, pagi-pagi itu, bahkan sebelum guru ada dia sudah ada di sekolah karena dia menyadari statusnya itu sebagai peserta didik dan kewajibannya adalah belajar meskipun dari pemerintah menyarankan untuk pembelajaran secara online, tapi dari awal yoshiro sudah memberi tahu kalau dia tidak bisa mengikuti pembelajaran online, nanti dia yang datang ke sekolah," terangnya.
Para guru sendiri sudah memberikan saran agar dia mengikuti pembelajaran seminggu sekali saja, namun dia lebih memilih untuk ke sekolah setiap hari. Guru-guru pun tetap melayaninya setiap hari dengan senang hati.
"Anak ini punya semangat untuk tiap hari ke sekolah, mungkin karena sudah terbiasa sejak dulu," pungkasnya.
(Abu Sahma Pane)