Burung yang bisa dijumpai di hutan mangrove Karangsong terbagi menjadi dua kategori. Yaitu burung pengembara dan burung penetap. Sebanyak 41 persen diketahui merupakan burung pengembara (migran) dan 59 persen lainnya adalah burung penetap.
Selain burung, ada juga biota air yang hidup di kawasan hutan mangrove Karangsong. Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, sedikitnya ditemukan 21 spesies ikan dari 21 marga (genus) dan 19 famili di perairan mangrove dan pesisir sekitarnya. Ikan-ikan ini terdiri dari 48 persen jenis pemangsa atau (karnivora), 38 persen pemakan segala (omnivora) dan 18 persen pemakan tumbuhan (herbivora) dan detrivora.
Semakin baiknya ekosistem kawasan hutan mangrove di Karangsong, membuat keberlangsungan hidup satwa dan biota air yang tinggal di daerah ini semakin aman.
Merawat Kelestarian Hutan Mangrove Bukan Pekerjaan Mudah
Ahmad Latief (50), warga Desa Pabean Udik, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sejak tahun 2003 sudah melakukan penanaman mangrove. Tujuannya, agar pohon mangorve di sekitar tempat tinggalnya bisa kembali lestari.
Bagi Latief, menanam mangrove sama saja dengan menebus dosa. Ia memiliki pengalaman menebang banyak pohon di Kalimantan, ketika ikut bekerja menambang emas sekitar tahun 1990-an.
Hutang Mangrove Indramayu. Foto: Fathunur Rohman
"Saya dulu pernah jadi nelayan di Kalimantan. Tiba-tiba berhenti di sana dan ikut kerja emas. Saat menebang emas saya banyak menebang pohon, karena akarnya itu berada di sela-sela akar pohon," ujar Latief saat ditemui Okezone belum lama ini.
Menurut Latief, saat dirinya kembali ke Indramayu, kawasan hutan mangrove di sekitar tempat tinggalnya sudah mengalami kerusakan. Penyebabnya karena masyarakat sekitar melakukan penebangan pohon mangrove secara besar-besaran. Tujuannya untuk membuka lahan tambak udang windu.
Latief kala itu sadar, bila pohon mangrove memiliki peranan penting untuk ekosistem alam. Atas dasar itu, ia mulai melakukan penanaman mangrove di sekitar tempat tinggalnya, dengan harapan supaya jumlah pohon mangrove kembali bertambah.
Usaha Latief untuk melakukan reboisasi pohon mangrove tidak berjalan mudah. Banyak rintangan yang harus ia hadapi. Seperti adanya penolakan yang datang dari petambak udang dan penebang pohon.