Saat ini, lanjut dia, TNI tengah berada dalam era lompatan teknologi militer yang akan mempengaruhi taktik dan strategi perang masa depan.
"Kita harus terus melakukan transformasi teknologi dan personil yang mampu memahami dan memanfaatkan lompatan di bidang teknologi informasi, teknologi nano dan teknologi kecerdasan buatan," lanjut dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta berharap, TNI siap untuk mengantisipasi karakter baru pertempuran masa depan yang mempunyai daya hancur lebih besar atau high level distraction.
"Pertemuan yang berjalan lebih singkat dalam menentukan pemenang dan pertempuran hibrida yang menggabungkan berbagai taktik sekaligus baik konvensional dan nonkonvensional serta taktik lintas dimensi baik sosial, politik dan ekonomi," tandasnya.
(Awaludin)