"Sebagai BPD kami akan merespon ini, tindakan kami akan mengundang tokoh masyarakat dan lainya, kami akan berdiskusi dan bersurat kepada Bupati Sikka. Apakah kita masih mempercayakan dia sebagai pemimpin atau bagaimana? Ini juga kami akan meminta dukungan dari masyarakat," ungkap Herman Ranu, S.Pd.
Sementara itu Perwakilan dari keluarga korban, Son Botu mengatakan pihaknya meminta BPD Nita segera melaksanakan kewenangannya untuk menindaklanjuti laporan keluarga terkait perbuatan amoral ABL yang diduga menghamili VW.
Dirinya juga meminta melalui BPD setempat agar ABL tidak lagi membangun komunikasi dengan VW baik melalui sambungan telepon atau bertemu muka.
Dikatakan Soni Padeng, perwakilan pemuda Desa Nita mengharapkan adanya penyelesaian masalah secara adat istiadat melalui lambaga adat desa juga secara pemerintahan melalui BPD.
"Kami minta masalah ini harus diselesaikan secara adat lewat Lembaga Adat Desa Nita.