SIKKA - Kepala Desa Nita, Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial ABL dilaporkan oleh sekelompok masyarakat ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Nita pada Senin pagi (5/10/2020).
Laporan dari sekelompok masyarakat ini terkait Kepala Desa Nita, ABL yang menghamili salah seorang stafnya di Kantor Desa Nita berinisial, VW.
Masyarakat yang mendatangi Kantor BPD Nita ini merupakan keluarga dari korban staf yang dihamili oknum kepala desa.
Ratusan masyarakat memenuhi halaman Kantor BPD yang bersebelahan dengan Kantor Desa Nita. Di dalam ruangan Kantor BPD, tampak perwakilan keluarga korban bersama pengurus BPD, perwakilan Aliansi Pemuda Nita, Lembaga Adat Desa Nita, tokoh masyarakat dan Bhabinkamtibnas Desa Nita.
Mereka menggelar rapat terkait laporan pengaduan keluarga VW terhadap ABL yang adalah kepala desa Nita. Lanjutnya, selama ini masih sebatas isu yang didengar oleh pihaknya, tetapi dengan kedatangan keluarga korban hari ini, semua sudah jelas. Sehingga pihaknya akan memproses.
"Sebagai BPD kami akan merespon ini, tindakan kami akan mengundang tokoh masyarakat dan lainya, kami akan berdiskusi dan bersurat kepada Bupati Sikka. Apakah kita masih mempercayakan dia sebagai pemimpin atau bagaimana? Ini juga kami akan meminta dukungan dari masyarakat," ungkap Herman Ranu, S.Pd.
Sementara itu Perwakilan dari keluarga korban, Son Botu mengatakan pihaknya meminta BPD Nita segera melaksanakan kewenangannya untuk menindaklanjuti laporan keluarga terkait perbuatan amoral ABL yang diduga menghamili VW.
Dirinya juga meminta melalui BPD setempat agar ABL tidak lagi membangun komunikasi dengan VW baik melalui sambungan telepon atau bertemu muka.
Dikatakan Soni Padeng, perwakilan pemuda Desa Nita mengharapkan adanya penyelesaian masalah secara adat istiadat melalui lambaga adat desa juga secara pemerintahan melalui BPD.
"Kami minta masalah ini harus diselesaikan secara adat lewat Lembaga Adat Desa Nita.
"Kami orang muda Desa Nita meminta masalah kades ini segera ditindaklanjuti. Apalah artinya desa Nita juara jika masalah ini terjadi. Ada 2 lembaga besar BPD dan Lembaga Adat, kami sangat menghargai untuk menyelesaikan," ungkap Soni Padeng.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan keluarga korban, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan lembaga adat Desa Nita masih menggelar rapat bersama BPD Desa Nita.
Ratusan warga Desa Nita yang hadir di Kantor Desa Nita juga menandatangi surat yang menuntut pengunduran diri sang kepala desa. Warga menyegel ruangan kepala desa Nita, ABL namun dicegah oleh polisi Polsek Nita.
(Khafid Mardiyansyah)