TNI: KKSB Terapkan Taktik Licik & Korbankan Masyarakat Sipil

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 10 Oktober 2020 21:53 WIB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua (foto: Dok TNI)
Share :

JAKARTA - Setelah gagal mendapatkan perhatian dari Sidang Umum PBB pada tanggal 22-29 September 2020 lalu, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua semakin beringas dan membabi buta menyerang aparat negara, dan masyarakat sipil untuk menunjukan keberadaannya yang semakin diabaikan masyarakat.

Cara yang digunakan antara lain memprovokasi, meneror, mengorbankan masyarakat sipil kemudian memfitnah aparat TNI-Polri yang bertugas menjaga keamanan dan kedamaian di Papua, tujuannya adalah agar masyarakat lokal tertekan dan terpaksa mendukung mereka serta mendapatkan perhatian dunia.

Seperti diketahui, serangan KKSB Papua terhadap aparat negara dan masyarakat sipil beberapa bulan terakhir semakin mengganas. Dimulai dari penembakan terhadap dua tenaga kesehatan penanganan Covid-19 yakni Almanek Bagau (luka tembak) dan Heniko Somau (tewas di tempat) pada Jumat 22 Mei 2020 di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya; penembakan petani bernama Yunus Sani (tewas) pada Jumat 29 Mei 2020 di Kampung Magataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

 Baca juga: 

 TGPF Kasus Intan Jaya Terus Bekerja Walaupun Diserang KKB   

Anggota TGPF Korban Penembakan KKB di Intan Jaya Dievakuasi ke Jakarta 

 TGPF Kasus Intan Jaya Gunakan Rompi & Helm Anti Peluru saat Bertugas

Lalu penembakan warga bernama Laode Zainudin (luka tembak) pada Sabtu 15 Agustus 2020 di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, penembakan 2 warga sipil berprofesi tukang ojek bernama Laode Anas (kemudian meninggal dunia) dan Fatur Rahman (luka tembak) pada Senin 14 September 2020 di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Dan juga pembunuhan warga sipil berprofesi tukang ojek bernama Badawi (tewas di tempat), dan penembakan anggota TNI bernama Serka Sahlan (tewas di tempat) pada Kamis 17 September 2020 di Kampung Hitadipa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya; dan penyerangan Koramil Persiapan Hitadipa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Sabtu 19 September 2020 yang menewaskan anggota TNI bernama Pratu Dwi Akbar Utomo, penembakan Pendeta Yeremia Zanambani (kemudian meninggal dunia) pada Sabtu 19 September 2020 Kampung Hitadipa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya; penembakan Polisi dan transportasi di sekitar Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Jumat 18 September 2020 dan Jumat 25 September 2020.

Lalu penembakan ke arah Kodim Persiapan Kabupaten Intan Jaya pada Senin 5 Oktober 2020; penembakan pos TNI  di Pasar Baru Kenyam Kab. Nduga pada Selasa 6 Oktober 2020 yang menewaskan warga sipil bernama Yulius Wetipo.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya