Pada 11 Oktober 1862 Antasari akhirnya tutup usia karena sakit paru-paru dan cacar yang dideritanya. Perjuangan melawan rezim kolonial dilanjutkan oleh putranya bernama Muhammad Seman.
Pada 11 November 1958 makam Pangeran Antasari dipindahkan ke Taman Makam Perang Banjar, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin, atas persetujuan pihak keluarga.
Karena kegigihannya, Pangeran Antasari dianugerahi gelar pahlawan nasional dan kemerdekaan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan SK No. 06/TK/1968 di Jakarta, tertanggal 27 Maret 1968. Tak hanya itu, sosok Antasari juga tersemat dalam uang kertas nominal Rp2.000.
(Fahmi Firdaus )