“Dia bisa meningkat dengan sangat cepat terutama penularan di sebuah wilayah juga terjadi dengan begitu tinggi. Tapi dia bisa turun lho ketika memang pengendalian di sana juga dilakukan ya. Dan langsung ditemukan titik-titik penyebaran dan mulai containment ada di sana. Jadi benar-benar jangan sampai kasusnya menyebar. Dan kita lihat di beberapa tempat,” ungkap Dewi.
Baca Juga: 7 Kota di Indonesia Konsisten Miliki Kasus Aktif Covid-19 Lebih dari 1.000
Dewi mengatakan, kasus aktif di 34 provinsi juga harus dipahami secara spesifik bahkan kalau bisa hingga skala mikro. “Jadi, kalau kita paham ada 34 provinsi, namun kasus aktif tertingginya itu ada di spesifik kabupaten kota tertentu. Ini juga yang harus kita pahami,” kata Dewi.
“Jadi misalkan kita melihat di Jawa Barat, namun tidak semua di Jawa Barat kasus aktifnya semua kasus di atas 1.000 kasus. Kita harus memahami kalau bisa kita layout-kan lagi, Kecamatan mana? Jangan berhenti kabupaten kota. Kecamatan mana? Kelurahan mana? Ini yang kita sebut level mikro nih. Kita harus paham titik-titik klaster ada di mana,” papar Dewi.
(Arief Setyadi )