Baca Juga : Ada Demo Tolak Omnibus Law, Kereta Api Jarak Jauh Berhenti di Stasiun Jatinegara
"Kemudian dari beberapa pendemo diperiksa ada yang positif, kemudian, pada waktu demo teriak, nyanyi, buka masker bersentuhan karena banyak orang. Jadi memang risiko besar terjadi penularan terjadi klaster-klaster baru kita perlu khawatir banget," ujar Zubairi.
Gelombang demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja memang terjadi dalam seminggu terakhir ini. Beberapa di antaranya diketahui reaktif corona setelah dilakukan pemeriksaan.
Baca Juga : Wakil Ketua MPR Minta Polisi Bersikap Humanis Terhadap Para Aktivis
(Erha Aprili Ramadhoni)